Jumat, 13 Juli 2012
NAY gadabra: Give away from Ideku Handmade and Hayano Handmade
NAY gadabra: Give away from Ideku Handmade and Hayano Handmade: ideku handmade dan hayano handmade ngadain give away lho... ayao temen-temen ikutan... syaratnya gampang koq... :) gini nih... 1. F...
Selasa, 12 Juni 2012
Subhanallah
indahnya cinta
sebangun dari tidur
membuka jendela dan menemukan surat cinta
itu bagian dari cinta
sebelum tidur,
berdoa dan mengharapkan kau dalam lindunganNya
itu juga cinta
jika boleh ku berkata
cinta,
datanglah selalu
temani kami yang sendiri
kami yang merajut dinginnya malam
dan
menghela panasnya siang
kami tak tahu apa itu cinta,
hingga kau menghampirinya,
memberikan bunga hati...
bunga yang dapat mekar berkali-kali
setiap hari
cinta itu bagai roller coaster
sebanyak apapun kau menaikinya
tetap
kau kan terpana dibuatnya
selama apapun kau menaikinya
tetap hatimu kan melonjak dibuatnya
cinta,
jika kau datang lagi
jangan biarkanku sendiri
indahnya cinta
sebangun dari tidur
membuka jendela dan menemukan surat cinta
itu bagian dari cinta
sebelum tidur,
berdoa dan mengharapkan kau dalam lindunganNya
itu juga cinta
jika boleh ku berkata
cinta,
datanglah selalu
temani kami yang sendiri
kami yang merajut dinginnya malam
dan
menghela panasnya siang
kami tak tahu apa itu cinta,
hingga kau menghampirinya,
memberikan bunga hati...
bunga yang dapat mekar berkali-kali
setiap hari
cinta itu bagai roller coaster
sebanyak apapun kau menaikinya
tetap
kau kan terpana dibuatnya
selama apapun kau menaikinya
tetap hatimu kan melonjak dibuatnya
cinta,
jika kau datang lagi
jangan biarkanku sendiri
untuk cintaku,
yang semoga segera dekatkan kami
I love you
Karena Kerja Keras Tak Pernah Berkhianat
Hari ini sebenarnya hari yang biasa saja.
Hari yang saya awali dengan bangun telat, lanjut ngenet, dan smsan.
Namun, bedanya..hari ini adikku nelpon.
My only one.
aku : assalamu'alaikum
adik : mbak tiiiik.
aku : enek opo e??
adik : karya tulisku lolooooooooooosssss.
aku : waaahhh, alhamdulilla.
dan euforianya sampai dengan sekarang. Tangan baru saja pensiun dari otak-atik ppt yang telah dikirimnya siang tadi.
Subhanallah rasanya senang, bangga bercampur jadi satu, meletup-letup.
Mungkin orang lain akan berkata, halah karya tulis ngunu tok, tapi buat saya, saya yang mengenal prilakunya, tindak-tanduknya. Subhanallah, pasti sedang ada makan besar di rumah (MUP___ENG).
Adikku itu orang yang unik (ya memang masing-masing manusia punya keunikan tersendiri). Sejak kecil memang dekatnya cuma denganku. Bapak Ibuk gak ada sing digatek, tapi kalo aku (walaupun kadang-kadang butuh seember kata-kata) dia mau mendengarkan. Adikku sayang.
Gak ada yang namanya belajar teratur. Rajin, tapi kalo sudah di depan tipi, oke yang lain masih ada besok. Adikku sayang.
Kalo masalah bersih-bersih, jangan tanya, mau kamarnya berubah jadi kandang sapi sekalipun ia tak peduli. Pokoknya begitulah adikku sayang. Rajin bangun pagi, malas belajar teratur, malas bersih-bersih, gak mau nurut, gak mau curhat, semuanya "aku moh kok, aku males kok, gak mut".
Dan beginilah singkatnya, pada suatu hari dia sms, Mbak enek lomba karya tulis. Oke, melu wae. Tapi waktune wis mepet. Wis to dijajal wae.
Beberapa hari kemudian. Gak sido melu ah mbak, aku akeh ulangan, akeh pr, akeh tugas, gak enek waktu. DIJAJAL! gak enek salahe njajal, cuma buat pengalaman. Nek gak menang??. Menang kalah gak penting, yang penting proses, usaha kerasmu.
Beberapa hari kemudian. Mbak duwit nggo ngirim karya tulis. TT_____TT, meminta uang pada mbakmu yang pengangguran ini.
Akhirnya telpon tadi pagi berdering, subhanallah, kerja keras memang tak pernah berkhianat, dia akan membayar segala kerja keras kita dengan hasil yang terbaik. Hasil yang terbaik itu bukan berarti berhasil, tetapi hari ini memang Allah memberikan hasil yang terbaik itu berupa keberhasilan, agar adikku tersayang lebih bersemangat, agar adikku tersayang lebih mengenal potensi dirinya. Terima kasih Ya Allah.
Hari yang saya awali dengan bangun telat, lanjut ngenet, dan smsan.
Namun, bedanya..hari ini adikku nelpon.
My only one.
aku : assalamu'alaikum
adik : mbak tiiiik.
aku : enek opo e??
adik : karya tulisku lolooooooooooosssss.
aku : waaahhh, alhamdulilla.
dan euforianya sampai dengan sekarang. Tangan baru saja pensiun dari otak-atik ppt yang telah dikirimnya siang tadi.
Subhanallah rasanya senang, bangga bercampur jadi satu, meletup-letup.
Mungkin orang lain akan berkata, halah karya tulis ngunu tok, tapi buat saya, saya yang mengenal prilakunya, tindak-tanduknya. Subhanallah, pasti sedang ada makan besar di rumah (MUP___ENG).
Adikku itu orang yang unik (ya memang masing-masing manusia punya keunikan tersendiri). Sejak kecil memang dekatnya cuma denganku. Bapak Ibuk gak ada sing digatek, tapi kalo aku (walaupun kadang-kadang butuh seember kata-kata) dia mau mendengarkan. Adikku sayang.
Gak ada yang namanya belajar teratur. Rajin, tapi kalo sudah di depan tipi, oke yang lain masih ada besok. Adikku sayang.
Kalo masalah bersih-bersih, jangan tanya, mau kamarnya berubah jadi kandang sapi sekalipun ia tak peduli. Pokoknya begitulah adikku sayang. Rajin bangun pagi, malas belajar teratur, malas bersih-bersih, gak mau nurut, gak mau curhat, semuanya "aku moh kok, aku males kok, gak mut".
Dan beginilah singkatnya, pada suatu hari dia sms, Mbak enek lomba karya tulis. Oke, melu wae. Tapi waktune wis mepet. Wis to dijajal wae.
Beberapa hari kemudian. Gak sido melu ah mbak, aku akeh ulangan, akeh pr, akeh tugas, gak enek waktu. DIJAJAL! gak enek salahe njajal, cuma buat pengalaman. Nek gak menang??. Menang kalah gak penting, yang penting proses, usaha kerasmu.
Beberapa hari kemudian. Mbak duwit nggo ngirim karya tulis. TT_____TT, meminta uang pada mbakmu yang pengangguran ini.
Akhirnya telpon tadi pagi berdering, subhanallah, kerja keras memang tak pernah berkhianat, dia akan membayar segala kerja keras kita dengan hasil yang terbaik. Hasil yang terbaik itu bukan berarti berhasil, tetapi hari ini memang Allah memberikan hasil yang terbaik itu berupa keberhasilan, agar adikku tersayang lebih bersemangat, agar adikku tersayang lebih mengenal potensi dirinya. Terima kasih Ya Allah.
Senin, 11 Juni 2012
Menimba Pengalaman
Seperti yang telah saya janjikan pada tulisan pertama saya (yang barusan saya save :), saya akan mencoba menceritakan sisi lain dari les menjahit saya yaitu cerita mengenai para ibu-ibu teman les saya... Sebelumnya saya tegaskan bahwa penulisan saya ini sama sekali tidak memiliki tujuan menjelek-jelekkan atau apapun yang berhubungan dengan itu, penulisan saya ini hanya bertujuan melatih daya dengar, lihat dan cerna sistem indera saya (seperti yang saya cantumkan pada profil), serta melatih jari-jemari saya agar lebih sinkron dengan otak saya yang belum sempurna ini (sebagian besar manusia hanya menggunakan sedikit persen dari kapasitas otaknya, termasuk saya).
Cerita saya mulai dari hari pertama les, bagaimana kesan pertama saya. Begitu masuk ruang les telah ada beberapa ibu-ibu yang telah sibuk dengan pekerjaan masing-masing (termasuk obrolannya). Ruang les tersebut akan membawa anda menyusuri kembali jaman setelah kemerdekaan, anda akan dipaksa melihat kembali film-film jadul dengan suara yang menggema-gema (sungguh, benar-benar diiringi lagu "Senja di batas kota"). Seorang Ibu dengan penampilan modis dan logat "lo-guwe-lo-guwe" menyadarkan saya bahwa sekarang adalah tahun 2012. Ambil tempatlah saya, kursi yang paling dekat dengan ibu guru les yang mulai membuka les sejak tahun 1948, nah loo...benar kan. Saya mendapatkan kursi yang menghadap tembok, sehingga tidak dapat secara proper melihat kembali ibu-ibu yang meramaikan suasana di situ.
Dari sekilas pandang tadi, saya dapati tiga golongan ibu-ibu : 1 ibu modis, 2 ibu sederhana, dan 1 ibu 1948. Ibu modis tentulah ibu "lo-guwe" tadi, ibu sederhana "a" yang sedang les bordir, ibu sederhana "b" yang tinggal ujian sertifikasi dan terakhir tentu saja ibu guru tercinta. Pada hari pertama tersebut saya dapati ibu "lo-guwe" (setelah ini akan saya singkat jadi ILG) yang sangat banyak omong, ibu sederhana "a" (IHA) yang banyak sekali curhat dan ibu sederhana "b" (ISB) yang cenderung diam karena belajar ujian, yang terakhir tentu saja ibu guru tercinta (IGC) yang dengan kecepatannya (sangat pelan sekali) mengajari kami. Pada hari pertama ini tidak banyak yang saya ketahui tentang obrolan-obrolan ibu-ibu ini, saya terlalu konsentrasi (datang telat, brani-braninya gak konsen).
Pada hari kedua barulah obrolan ala ibu-ibu arisan tercerna (ISB tak hadir),
IHA : haduh Bu, piye yo iki, aku arep pulang kampung waelah, njahit di desa.
ILG : eh Bu IHA jangan gitu lo, dipikir yang mantep dulu.
IHA : lha piye neh, anak pertama kuliah gak rampung-rampung (JLEB!), anak kedua mau jadi pilot mbayar 60jt, duwit darimana Bu.
ILG : ya berdoa Bu IHA diomongin sama suami.
dst..dst..dst...
pokoknya pembicaraan tersebut berlangsung hingga jam les berakhir(ngomong aja males nulis, bingung, maklum lah ini baru kenalan, saya njelasinnya secara umum dulu, besok-besok kalo ada kejadian menarik akan saya tulis lebih detail deh :).
nah dari semua yang telinga dan mata saya terima, hipotesis yang sama ambil
1. IHA adalah ibu separo baya yang telah lebih banyak merasakan manis getirnya hidup, memiliki anak yang menginjak dewasa dan merasa pendapatnya telah tak dibutuhkan dalam keluarga (semangat Bu!)
2. ILG, ibu muda (anaknya yang paling besar baru TK) dengan pengalaman kurang, tetapi sangat pandai berbicara, sangat pandai menanggapi, dengan prinsip hidup yang belum tergoyahkan, dia memberi solusi.
dan pada H-4 ini ada lagi ibu baru (IBB), yang belum banyak bisa saya ceritakan, tetapi ada dua potongan peristiwa menarik
1.
IGT : ya setelah ini dijelujur ya mbak
IBB : jelujur itu gimana ya Bu?
IGT : mbak, tolong mbak IBB ini diajari (berkata padaku)
Apa jelujur??? ya maklum orang les njahitkan karena belum bisa njahit mbak.
2.
tb2 seorang lelaki datang (SLL) sambil menggendong balita
SLL : cari ibunya
IBB : hai (ternyata cari IBB, tak pikir dia akan langsung nyamperin anaknya, ternyata tetap melanjutkan kerjaannya, sampai...
SLL : pulang dulu ya
IBB : daddaaaa...
saya : tak pikir anaknya bakal nangis mbak, kok ternyata malah senyum, lucu tenan
IBB : suamiku orangnya curigaan mbak.
what??!!! aigoo...
sampai dengan sekarang saya masih bingung apakah saya akan senang atau sebel kalo suami saya nengok pas lagi les njahit. Ya kehidupan rumah tangga memang rumit. Mari belajar.
Menjahit 1
Bismillah^^
karena iri pada teman yang berhasil menulis sebuah blog, maka terbakarlah semangat "ngikut" saya =D
Namun tak seperti tulisannya yang lebih banyak berisi semangat, tulisan pertama ini akan saya kemas lebih ringan karena menceritakan pengalaman saya, step demi step pada kursus menjahit yang baru seminggu ini saya ikuti.
Di atas adalah karya saya yang pertama, kemeja putih ukuran boneka [bukan manusia yang sebenarnya, maklum masih latihan, ini aja seminggu baru jadi ^^]
Sedangkan project hari ini adalah step pertama membuat blus dengan lengan kerut, berikut foto H-1 nya
Gambar tersebut adalah pola muka-belakang yang saya horisontalkan, sedangkan kain di sebelah kiri adalah lapisan untuk tempat kancing.
Ternyata yang namanya bikin baju, itu gak boleh ngasal loo...
setelah menggunting pola,
di atas adalah polanya, baju-muka, baju-belakang, lengan-belakang (dari kiri ke kanan)
setelah itu pola digambar pada kain dengan menambahkan 1 cm dari pinggiran pola.
kain dijahit dengan urutan tertentu juga, pundak (dari leher ke lengan)--> tempat kancing--> lengan--> setelah itu baru finishing. sebenere pengin memasukkan step demi stepnya, tapi tar aje nek ane sudah expert ya... daripada dikit2 moto tar digasak ibu guru saye..
dan berikut adalah perlengkapan perang yang menemani
selain berbagai jahit-menjahit yang membosankan, sebenarnya saya ingin menulis juga bagaimana pengalaman2 yang saya dapatkan dari para teman ibu-ibu saya dan pengalaman tersebut tentu saja akan sangat bermanfaat pada kehidupan after menikah nanti ^^, tetapi harap bersabar ya karena berbagai cerita menarik dan mengharukan (lebay) akan saya tulis di bab selanjutnyaaaa...biar gak rebutan ama bab ini...
Terima kasih bagi yang bersedia membaca, semoga tulisan pertama saya akan diikuti tulisan-tulisan selanjutnya (jedokin jidat sendiri).
Wassalam.
Langganan:
Postingan (Atom)



